2019 – 2020
Gagasan Rumah Koro lahir dari keresahan akan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Bapak Agus Somamihardja sebagai Pendiri menyadari pentingnya menghidupkan kembali pangan lokal sebagai sumber protein yang sehat, murah, dan berkelanjutan. Dari situlah kacang koro pedang mulai diperkenalkan sebagai alternatif yang potensial.
2021
Rumah Koro resmi memulai langkah dengan memproduksi tempe koro pedang secara mandiri di Bogor. Bahan baku kacang koro diperoleh dari petani di Jawa dan Lampung. Walau masih kecil, produk tempe koro pedang mulai dikenal masyarakat lewat komunitas pangan sehat dan beberapa pameran lokal.
2022
Tahun ini menjadi tonggak penting dengan berdirinya Rumah Edukasi Koro Pedang. Tempat ini bukan hanya dapur produksi, tetapi juga pusat edukasi, penelitian, dan pelatihan. Mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum mulai belajar mengenal koro pedang. Dari sini lahir berbagai olahan kreatif: tepung koro pedang, brownies, nastar, cookies, susu koro pedang, hingga kecap manis dan kecap asin.
2023
Produksi tempe koro pedang meningkat signifikan hingga hampir 2 ton per tahun. Produk telah mengantongi sertifikat Halal serta diuji gizi di laboratorium. Rumah Koro aktif tampil dalam berbagai pameran pangan lokal, menjalin kerja sama dengan koperasi, komunitas UMKM, dan mulai menjajaki pemasaran di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
2024 – Kini
Fokus Rumah Koro beralih pada keberlanjutan pasokan. Bersama koperasi dan petani, strategi baru dijalankan dengan memperkuat penyediaan benih dan sistem tumpangsari. Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi terus diperluas melalui penelitian dan magang. Kini, Rumah Koro tidak hanya sebagai produsen, melainkan juga motor gerakan pangan lokal untuk kedaulatan pangan Indonesia.
Rumah Koro mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung pangan lokal demi masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.